The Whisper Man: Film Horor Rasa Drama Keluarga, Kok Bisa?

The Whisper Man

Spoiler Alert: artikel ini membahas beberapa bagian penting dari film The Whisper Man (2026) yang sedang tayang di Netflix.

The Whisper Man merupakan film thriller kriminal garapan sutradara James Ashcroft yang diadaptasi dari novel karya Alex Croft dengan judul yang sama. Film ini memiliki hampir semua elemen yang dibutuhkan untuk membuat film thriller-horor yang mencekam: sebuah kota kecil yang panik, penculikan anak, pembunuh berantai, serta kasus lama yang muncul kembali ke permukaan. Sayangnya, bahan-bahan tersebut tidak terolah secara baik. Alih-alih membuat penonton dihantui rasa penasaran, The Whisper Man terasa datar dan tak cukup meninggalkan kesan.

The Whisper Man

Sinopsis The Whisper Man

Tom Kennedy, yang diperankan oleh Adam Scott, adalah ayah tunggal sekaligus novelis kriminal terkenal. Setelah istrinya meninggal, Tom membawa putranya, Jake (Acston Luca Porto), ke sebuah kota kecil bernama Garetton. Belum sempat memulai kehidupan baru yang normal, Jake menghilang.

Kasus hilangnya Jake semakin menguatkan dugaan kasus lama yang belum sepenuhnya selesai. Dalam kepanikan yang luar biasa, Tom yang kalut terpaksa meminta bantuan Pete Willis (Robert De Niro). Pete adalah pensiunan detektif yang bertahun-tahun lalu memecahkan kasus The Whisper Man, sekaligus ayah yang tidak pernah ditemui Tom selama 25 tahun terakhir.

Daddy Issues Dalam The Whisper Man

Meskipun tidak cukup mencekam seperti film thriller horor pada umumnya, The Whisper Man justru menghadirkan sisi humanis yang menarik perhatianku. Secara eksplisit, plot cerita membangun unsur daddy issue melalui hubungan antara Tom dan Pete.

Tom tumbuh tanpa kehadiran ayahnya selama 25 tahun. Ketidakhadiran ini bukan sekadar persoalan fisik; ada jarak emosional yang terbentuk sehingga menghasilkan luka yang tak kunjung sembuh. Sayangnya, bagian ini kurang tergali. Mungkin inilah sebabnya aku merasa film ini bergerak terlalu cepat, tapi juga terasa sangat lama dengan durasi sekitar 111 menit.

Film Seram Rasa Drama Keluarga

Film ini punya semua bahan untuk menjadi thriller yang menegangkan: kota kecil yang panik, penculikan anak, pembunuh berantai, kasus lama yang kembali muncul, dan sosok misterius yang menjadi sumber ketakutan.

Sayangnya, semua bahan tersebut belum sepenuhnya tergali.

Ada beberapa momen yang seharusnya bisa dibuat lebih kelam, tapi eksekusinya terasa datar. Sosok Whisper Man pun tidak terlalu berhasil memberikan efek psikologis yang kuat. Padahal premis tentang seorang pembunuh yang membisikkan sesuatu kepada anak-anak sebelum menculik mereka seharusnya punya potensi yang bagus.

Nonton atau Bye

Kalau kamu mencari tontonan akhir pekan yang membuatmu berpikir keras dan merinding, sebaiknya jangan buang waktu berhargamu.

Tapi kalau kamu nyari tontonan santai untuk hiburan visual (kalau kamu penggemar sinematografi), menurutku film ini masih layak ditonton. Akting para pemain dan teknik pengambilan gambarnya cukup bagus, apalagi film ini dibintangi oleh sederet aktor dan aktris ternama.

Aku memberi The Whisper Man bintang 3, karena meskipun gak seram, ternyata gak jelek-jelek amat kok.

Kamu suka nonton film juga? Yuk bagikan rekomendasimu ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *